Prioritaskan Program yang Jadi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Senin, 27 Februari 2017 | 18:02
Share this post :

INDOPOS.CO.ID - KABUPATEN Serang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Banten yang terletak di ujung barat Pulau Jawa. Meski terletak tak jauh dari Ibu Kota negara, namun kabupaten yang memililki berbagai potensi dan destinasai wisata, serta sumber daya alam itu memiliki segudang persoalan yang harus segera diselesaikan, agar dapat mensejajarkan diri dengan daerah lainnya yang lebih dahulu maju. Seperti apa ?

Sejak dilantik sebagai bupati Serang 17 Februari 2016 lalu, sejumlah program kerakyatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat terus digulirkan oleh Hj Ratu Tatu Chasanah. Salah satunya adalah, penguatan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Pendidikan, kepastian layanan Kesehatan, dan pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.

”Kabupaten Serang ini memiliki ruas jalan kabupaten kurang lebih sepanjang 600 kilometer (km). Dari panjang jalan kabupaten itu, sekarang ini hanya 20 persen yang berstatus baik, sedangkan sisanya dalam kondisi rusak ringan dan berat,” ujar Bupati Serang Hj Ratu Tatu Chasanah.

Menyadari jalan adalah urat nadi transportasi dan ekonomi, Tatu langsung tanca gas dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan ruas jalan kabupaten itu dengan nilai Rp 300 miliar pertahun. Targetnya, penyelesaian perbaikan jalan sepanjang 100 km per tahun menggunakan konstruksi beton.

”Dari belanja langsung Kabupaten Serang Rp 600 miliar, setengahnya untuk pembangunan infrastruktur jalan. Sehingga untuk pembangunan lainnya, kami masih perlu adanya bantuan dan pehatian dari pemerintah pusat dan swasta untuk mengatasi berbagai persoa lan yang ada, seperti mengurangi angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Tatu menambahkan, Pemkab Serang saat ini butuh banyak anggaran untuk membiayai sejumlah program kerja pembangunannya, sementara keuangan daerah yang dimiliki masih sangat terbatas. Untuk membiayai program kerja tersebut, Pemkab Serang akan mengupayakan anggaran dari pemerintah pusat dan Pemprov Banten. Guna menyelaraskan rencana pembangunan Pemkab Serang tahun 2017, dia mengingatkan kepala SKPD untuk menyusun program dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

”Jangan bikin program panjang tapi uangnya tak ada. Penyusunan program kerja prioritas harus mengacu pada visi misi bupati,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta Bappeda setempat untuk menginventarisir dan mendata program apa saja yang kemungkinkan bisa didanai oleh pemerintah pusat, provinsi dan pemkab,agar semua program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Salah satu terobosan bupati yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten ini untuk mengurangi angka pengangguran yang cukup tinggi di wilayahnya dengan membuat MoU (Memorandum Of Under stan ding) dengan pihak industri, yaitu mem prio ritaskan tenaga kerja lokal dan membangun BLK (Balai Latihan Kerja) di beberapa titik.

Sebab menurut Tatu, dari 600 industri yang ada saat ini di Kabupaten Serang tidak berbanding lurus dengan tingkat pengangguran yang mencapai angka 14 persen dari jumlah penduduk produktif sebesar 1,1 juta jiwa di daerahnya.

Sehingga pemerintah daerah perlu ’memaksa’ industri memberikan kuota tenaga kerja kepada pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan melibatkan camat dan kepala desa untuk me lakukan pendataan dan melatih tenaga kerja lokal di Serang.

”Untuk meningkatkan skill tenaga kerja, pemerintah daerah terus melakukan pelatihan warganya melalui BLK, meski ada juga kewajiban perusahaan untuk melakukan hal tersebut melalui dana CSR (Corporation Social Responsibility) mereka,” terangnya juga.

Selain fokus mengurangi angka pengangguran, adik kandung mantan Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah ini juga memprioritaskan layanan kesehatan bagi waga miskin, dengan membangun rumah singgah di sejumlah Puskesmas. Sehingga saat ada warga miskin yang melakukan persalinan di puskemas, tersedia rumah singgah pra dan pasca persalinan yang biayanya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Lebih jauh dijelaskan, untuk meningkatkan SDM guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Kabupaten Serang, pemerintah daerah mulai tahun 2017 mendatang mengalokasikan anggaran untuk guru PAUD dengan memberikan beasiswa pendidikan sarjana kepada 1.873 guru PAUD. (advertorial)