Kota Bekasi Bangun Pedestrian yang Humanis

Senin, 27 Februari 2017 | 18:29
Share this post :

INDOPOS.CO.ID - KEBERHASILAN Kota Bekasi membangun kota yang indah terbukti dengan banyaknya pedestrian dan taman berdiri di pinggir-pinggir jalan. Ternyata dibalik perencanaan itu, daerah yang dipimpin Wali Kota Rahmat Effendi itu meniru desain jalan yang ada di kota-kota di Prancis.

”Konsepnya memang kami meniru jalan yang ada di Prancis. Di mana semua warga bisa lalu lalang di tengah perkotaan yang padat penduduk dengan suasana asri,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kota Bekasi, Tri Adhianto. Tri menambahkan, proyek pedestrian sudah berjalan di sejumlah titik seperti Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Jalan Chairul Anwar, Bekasi Timur dan Jalan Ahmad Yani. Kemudian di tahun 2017, kata dia juga, akan kembali dilakukan pembangunan pedestrian baru, di Jalan Ir H Juanda.

”Termasuk menambah panjang jalur pedestrian di KH Noer Ali,” katanya juga. Ke depan, kata Tri juga, setiap jalan-jalan yang ada di Kota Bekasi akan dilengkapi ciri khusus seperti pedestrian dan taman. Bahkan, setiap tahunnya nanti proyek pedestrian akan dibangun sepanjang satu kilometer.

”Saat ini baru terpenuhi delapan kilometer ruang pedestrian, terbagi 2,5 kilometer di Jalan Ahmad Yani, 3 kilometer di KH Noer Ali, dan 2 meter di Jalan Chairil Anwar,” jelasnya. Tri mengaku, kedepannya proyek pembangunan pedestrian akan merambah ke jalan-jalan sekunder dan inpeksi. Karena yang sebelumnya baru menyasar jalan protokol.

Selanjutnya, keberadaan pedestrian itu akan diberikan fasilitas seperti wifi gratis, sarana kebersihan dan pemasangan kamera Closed Circuit Television (CCTV). Kamera tersembunyi itu ditujukan untuk sarana pengawasan keamanan.

Selain itu, Tri juga mengaku tahun 2017 ini pihaknya terus melakukan pembangunan jalan baru. Lahan yang akan digunakan adalah lahan milik Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II. Nanti di dalam pembangunan itu akan dibuatkan pedestrian dan taman. ”Total lebar jalan mencapai 9 meter. Satu meter untuk taman, satu meter pedestrian dan tujuh meter untuk jalan,” jelasnya juga.

Bahkan, sejauh ini seluruh bangunan yang berdiri di atas lahan PJT II sudah diratakan. Tinggal pembangunannya yang akan dilaksanakan tahun ini. Meski begitu, kata dia lagi, pemanfaatan lahan itu sudah berkordinasi dengan pihak PJT II. ”Tentunya kami sudah menyepakati pemakaian lahan ini untuk kepentingan umum,” jelasnya juga.

Kedepan, Tri memastikan kalau keberadaan jalan di kota yang berbatasan darat dengan DKI Jakarta itu akan terus ditambah. Upaya itu dilakukan untuk menambah akses jalan, terutama pemecah penumpukan kendaraan di satu jalan. ”Sudah pasti akses jalan itu akan bertambah tahun ini dan tahun selanjutnya,” tandasnya.

Tri juga menambahkan, pembangunan jalan akan berkelanjutan. Tujuannya, untuk memotivasi masyarakat agar bisa beralih dari penggunaan kendaraan. Selain itu, pedestrian juga akan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dari satu pusat kegiatan ke pusat kegiatan lainnya. (advertorial)