Pandeglang Siap Melepas Predikat Daerah Tertinggal

Senin, 27 Februari 2017 | 18:36
Share this post :

INDOPOS.CO.ID - KABUPATEN Pandeglang memiliki luas wilayah 274.689,91 hektar (ha) atau 2.747 km2 dan secara wilayah kerja administrasi terbagi atas 35 kecamatan, 326 desa dan 13 kelurahan yang berada pada bagian barat daya Provinsi Banten.

Secara Geografis Pandeglang terletak antara 6o21’ – 7o10’ Lintang Selatan (LS) dan 104o8’ – 106o11’ Bujur Timur ( BT ), dengan batas administrasinya adalah sebelah utara dengan Kabupaten Serang, sebelah timur dengan Kabupaten Lebak, sebelah selatan dengan Samudera Indonesia dan sebelah barat dengan Selat Sunda.

Meski memiliki banyak destinasi wisata yang eksotik, seperti Pantai Carita dan Pantai Tanjung Lesung namun hingga kini daerah yang berjuluk Kota Santri itu belum lepas dari predikat daerah tertinggal di Indonesia. Sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) 131 tahun 2015 – 2019, bahwa dua kabupaten di Provinsi Banten yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak ditetapkan sebagai daerah tertinggal.

Padahal, Pandeglang yang kaya dengan obyek wisata relegius ini, merupakan salah satu daerah lumbung padi di Provinsi Banten. Bahkan untuk mendongkrak perekonomian dan pariwisata di Pandeglang agar segera keluar dari predikat daerah tertinggal, Presiden Joko Widodo menetapkan Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bakal menjadi lokomotif perekonomian di Provinsi Banten.

”KEK Tanjung Lesung akan mempercepat proses pengentasan kemiskinan di Pandeglang, karena pemerintah tahun ini akan membangun tol Serang-Panimbang,” ujar Bupati Pandeglang Hj Irna Narulita.

Untuk dapat keluar dari kriteria daerah tertinggal tersebut, bupati mengaku terus melakukan berbagai gebrakan untuk menggerakan perekonomi masyarakat, dan percepatan pembangunan infrastruktur yang dimulai dari desa, termasuk berkonsultasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes).

Dalam konsultasinya dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes), Eko Putro Sandjojo, Bupati Pandeglang Hj Irna Narulita menyampaikan beberapa ajuan program dalam pengentasan desa tertinggal. Dia berharap programnya itu mendapatkan dukungan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) agar Pandeglang dapat keluar dari predikat daerah tertinggal yang sudah lama disandang.

”Banyak sekali program dan bantuan yang sudah diberikan Kemendes untuk Kabupaten Pandeglang. Kami juga berharap proyek strategis nasional yang ada di Pandeglang mendapat dukungan dari Kemendes, agar dapat berjalan dengan baik sesuai rencana,” ujar Irna.

Untuk mendukung proyek strategis nasional yang ada di Pandeglang, Bupati Hj Irna Narulita juga berharap dihidupkan lagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya di daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan umumnya di setiap desa yang ada di Kabupaten Pandeglang.

”Dalam pertemuan saya dengan menteri desa, saya juga menyampaikan berbagai produk lokal unggulan di Kabupaten Pandeglang yang saat ini sudah berjalan. Mulai dari kerajinan tangan, hingga olahan makanan yang dapat dikemas lebih baik lagi, menjadi produk unggulan di Pandeglang,” terangnya juga.

Olahan makanan produk lokal itu, diharapkan dapat menjadi buah tangan untuk para pengunjung ke lokasi wisata yang ada di Kabupaten Pandeglang agar wisatawan yang berkunjung ke daerah itu memiliki kesan tersendiri saat berkunjung. Bahkan dalam pertemuan dengan Mendes Eko Putro Sandjojo menjanjian kepada bupati yang juga mantan anggota DPR itu akan memfasilitasi Kabupaten Pandeglang agar dapat keluar dari predikat daerah tertinggal.

”Selain di Kemendes, banyak program dari kementerian lainnya yang siap mendukung Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten yang maju, misalnya, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tinggal di buat lokusnya dimana, nanti kami akan fasilitasi untuk dapat menyampaikan program yang sudah dibuat,” beber Bupati Irna menirukan janji dari Mendes Eko Putro Sandjojo.

Dalam mewujudkan tekad untuk menjadikan Pandeglang keluar dari predikat daerah tertinggal tersebut, Bupati Hj Irna bersama wakilnya, H Tanto Warsono Arban yang dilantik menjadi kepala daerah pada 23 Maret 2016 lalu itu terus bekerja keras guna memajukan daerahnya agar sejajar dengan daerah lainnya yang lebih dahulu maju.

Hj Irna dan H Tanto yang memiliki visi, Agro Bisnis, Maritim Bisnis dan Wisata Bisnis menuju Rumah Sehat dan Keluarga Sejahtara 2020. Dengan misi, untuk memenuhi kebutuhan standar masyarakat, membangun konektivitas wilayah, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, meningkatkan nilai tambah sektor maritim, modernisasi tata kelola potensi wisata, dan miningkatka tata kelola pemerintahan dan memperkuat sistem inovasi daerah.

Untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut, mereka berbagi tugas dalam membangun Pandeglang dengan membuat berbagai terobosan dan menghilangkan sekat antara pejabat dengan masyarakat. Diawal pemerintahannya, Hj Irna mengharuskan pejabat memiliki akun media sosial, seperti Facebook, Instagram dan Twitter sebagai media bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun keluhan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Hj Irna, adanya keharusan kepala SKPD memiliki akun medsos agar para pejabat melek teknologi informasi yang saat ini perkembangannya sudah sangat masif. ”Saya minta para pejabat dan seluruh aparatur sipil negara di Pandeglang, mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” kata Hj Irna juga.

Dia juga berharap, dengan aktifnya para pejabat di akun medsos, akan menjadi sarana sosialisasi kinerja pemerintah, dan masyarakat akan bisa langsung mengapresiasi. Namun demikian, Irna berharap akun medsos itu tidak digunakan untuk hal negatif. Irna menyadari, untuk memajukan Pandeglang yang sudah lama ’tidur’ itu perlu dilakukan berbagai gebrakan.

Termasuk pembangunan infrastruktur yang menjadi urat nadi segala sektor penunjang pembangunan. Untuk itu, Irna menitik beratkan pembangunan yang dimulai dari desa. Karena desa menurut Irna, merupakan ujung tombak dalam pembangunan. Salah satunya, menciptakan rumah sehat keluarga sejahtera menuju Pandeglang Berkah.

”Sudah ada beberapa program yang dilaksanakan, seperti pembangunan taman pintar , penataan pasar dan gerakan bebersih rame-rame. Saya juga sedang berupaya untuk menjadikan smart city atau kota cerdas berbasis aplikasi. Kami akan bekerja keras dengan menggerakan semua SKPD untuk mengejar target pembangunan lima tahun ke depan,” papar mantan politisi Senayan dari PPP itu. (advertorial)