Peran Peruri Cetak Uang NKRI

Senin, 27 Februari 2017 | 19:36
Share this post :

 

INDOPOS.CO.ID - PP ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan oleh manajemen Peruri dengan penuh tanggung jawab. Kami telah menjalankan pencetakan uang Rupiah - sekarang uang NKRI - sejak perusahaan ini berdiri pada 1971. Kami bangga bisa menjalankan tugas negara tersebut dengan baik.” PRASETIO Direktur Utama PERURI

SEHUBUNGAN dengan peran Peruri di dalam mencetak uang NKRI, perlu kami informasikan bahwa berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Pasal 14 dinya takan bahwa pencetakan Rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia dan pen cetakan tersebut dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Guna operasionalisasi atas UU tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2006 tentang Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan penugasan mencetak uang Rupiah/NKRI, pita cukai, dokumen keimigrasian, meterai dan buku pertanahan.

“PP ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan oleh manajemen Peruri dengan penuh tanggung jawab. Kami telah menjalankan pencetakan uang Rupiah - sekarang uang NKRI - sejak perusahaan ini berdiri pada 1971. Kami bangga bisa menjalankan tugas negara tersebut dengan baik”, demikian Prasetio, Direktur Utama menjelaskan. Terkait dengan isu pencetakan uang NKRI dan sesuai dengan penugasan dari Bank Indonesia, kami ingin menjelaskan sekali lagi bahwa Peruri adalah satu-satunya BUMN yang mencetak uang NKRI.

“Tidak ada perusahaan manapun di Indonesia yang mampu mencetak uang NKRI, kecuali Peruri. Jadi isu yang berkembang selama ini, sama sekali tidak benar. Peruri sangat menjaga kualitas, skill dan kompetensi. Kami mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidangnya dan hingga saat ini kami mampu menjalankan penugasan dengan baik. Di dalam merealisasikan visi sebagai world class company, kami bekerja berdasarkan perusahaan dengan standar kelas dunia.

Kami menyadari bahwa belum sepenuhnya standar kelas dunia itu terpenuhi tetapi hampir semua kriteria sudah mendekati kepada pencapaian itu. “Kami yakin pada 2021 sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2017 - 2021 standar kelas dunia tersebut akan tercapai”, kata Prasetio.

Hingga Desember 2016 Peruri mempunyai karyawan organik hingga posisi akhir Desember 2016 sebanyak 2.047 orang dengan komposisi pendidikan 2,68% S2, 19,88% S1, 5,86% D3 dan 71,5% SLTA ke bawah. Ini komposisi yang belum terlalu ideal dan kami terus melakukan perbaikan-perbaikan di bidang penataan SDM.

Sebagai BUMN dengan tugas khusus untuk mencetak security document seperti yang sudah dijelaskan di atas Peruri dikategorikan sebagai Obyek Vital Nasional berdasarkan Keputusan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Nomor R-459/VII/2004 tanggal 30 Juli 2004 serta kategori Objek Vital Nasional Sektor Industri berdasarkan Kepmen Perindustrian Nomor 466/M-IND/Kep/8/2014.

Hal ini menunjukkan pengelolaan Peruri tidak bisa sembarangan, tidak bisa seperti pengelolaan perusahaan pada umumnya. Oleh sebab itu, untuk menjalankan tugas pencetakan, Peruri mengaplikasikan sistem manajemen penga manan, baik yang besifat nasional maupun internasional. Seluruh proses di Peruri menerapkan aspek pengamanan yang tinggi, meliputi proses produksi, pengendalian bahan baku, pengendalian informasi/data, pengendalian personel, pengendalian kawasan, hingga pengendalian produknya.

Proses pencetakan dokumen sekuriti harus melalui prosedur ketat dengan tingkat sekuriti yang sangat tinggi. Tidak setiap orang bisa masuk ke Kawasan Produksi Peruri di Karawang seluruh tahapan proses produksi dilakukan secara hati-hati dengan tanggung jawab yang sangat tinggi. (*)