Kualitas Handal Peruri Cetak Security Document

Senin, 27 Februari 2017 | 19:37
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - PERAN Peruri dalam mencetak uang NKRI berdasar pada Undang Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam pasal 14 di UU tersebut dinyatakan bahwa pencetakan Rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia dan pencetakan tersebut dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Guna operasionalisasi atas UU tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2006 tentang Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan penugasan mencetak uang Rupiah/NKRI, pita cukai, dokumen keimigrasian, meterai dan buku pertanahan.

“PP ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan oleh manajemen Peruri dengan penuh tanggung jawab. Kami telah menjalankan pencetakan uang Rupiah - sekarang uang NKRI - sejak perusahaan ini berdiri pada 1971. Kami bangga bisa menjalankan tugas negara tersebut dengan baik”, kata Direktur Utama Peruri, Prasetio.

Terkait dengan isu pencetakan uang NKRI dan sesuai dengan penugasan dari Bank Indonesia, kata Prasetio, Peruri adalah satu-satunya BUMN yang mencetak uang NKRI. “Tidak ada perusahaan manapun di Indonesia yang mampu mencetak uang NKRI, kecuali Peruri. Jadi isu yang berkembang selama ini, sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Dikatakan, Peruri sangat menjaga kualitas, skill dan kompetensi. Peruri mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidangnya dan hingga saat ini mampu menjalankan penugasan dengan baik. Di dalam merealisasikan visi sebagai world class company, Peruri bekerja berdasarkan perusahaan dengan standar kelas dunia. Prasetio menyadari bahwa belum sepenuhnya standar kelas dunia itu terpenuhi tetapi hampir semua kriteria sudah mendekati kepada pencapaian itu.

“Kami yakin pada 2021 sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2017 - 2021 standar kelas dunia tersebut akan tercapai”, kata Prasetio. Hingga Desember 2016 Peruri mempunyai karyawan organik hingga posisi akhir Desember 2016 sebanyak 2.047 orang dengan komposisi pendidikan 2,68% S2, 19,88% S1, 5,86% D3 dan 71,5% SLTA ke bawah. Ini komposisi yang belum terlalu ideal dan kami terus melakukan perbaikan-perbaikan di bidang penataan SDM.

Sebagai BUMN dengan tugas khusus untuk mencetak security document seperti yang sudah dijelaskan di atas Peruri dikategorikan sebagai Obyek Vital Nasional berdasarkan Keputusan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Nomor R-459/VII/2004 tanggal 30 Juli 2004 serta kategori Objek Vital Nasional Sektor Industri berdasarkan Kepmen Perindustrian Nomor 466/M-IND/ Kep/8/2014.

Hal ini menunjukkan pengelolaan Peruri tidak bisa sembarangan, tidak bisa seperti pengelolaan perusahaan pada umumnya. Oleh sebab itu, untuk menjalankan tugas pencetakan, Peruri mengaplikasikan sistem manajemen pengamanan, baik yang besifat nasional maupun inter nasional. Seluruh proses di Peruri menerapkan aspek pengamanan yang tinggi, meliputi proses produksi, pengendalian bahan baku, pengendalian informasi/data, pengendalian personel, pengendalian kawasan, hingga pengendalian pro duknya.

Proses pencetakan dokumen sekuriti harus melalui prosedur ketat dengan tingkat sekuriti yang sangat tinggi. Tidak setiap orang bisa masuk ke Kawasan Pro duksi Peruri di Karawang seluruh tahapan proses produksi dilakukan secara hati-hati dengan tanggung jawab yang sangat tinggi, Bidik Bisnis Digital & Pasar Internasional Peruri terus berbenah diri untuk mewujudkan mimpi besarnya, yaitu “Go Global - Go Digital” sebagai respon atas perkembangan jaman yang telah memaski era digital. Citacita tersebut terus diupayakan secara bertahap hingga 2021 dengan cara memperkuat bisnis inti, bersaing di pasar domestik non uang, bersaing di pasar internasional, ekspansi di produk new wave dan mempercepat transformasi.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin global dan tuntutan gaya hidup masyarakat, Peruri juga mulai mengembangkan bisnis digital maupun pasar internasional. Rencana 5 (lima) tahun ke depan (2021), proporsi penda patan harus menunjukkan perubahan yang signifikan dengan asumsi kontribusi dari pendapatan bisnis konvensional/ cetak NKRI 59%, bisnis internasional 9% dan bisnis digital 32%. Itu adalah rute Peruri ke depan sebagai upaya untuk mewujudkan visi sebagai peru sahaan kelas dunia di bidang integrated security printing & system.

“Melihat potensi yang sangat besar untuk melak sanakan tugas sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 dan PP 32 Tahun 2006 dan pengembangan bisnis di bidang digital security, kami yakin Peruri akan menjadi BUMN yang mampu bersaing di pasar regional/global”, kata Prasetio.

Sejak 2012 hingga prognosa 2016 pertumbuhan rata-rata bisnis Peruri per-tahun adalah 22%, artinya secara bisnis perusahaan ini terus tumbuh positif. Terkait Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017, proyeksi pendapatan juga akan naik signifikan di atas 50 % dibandingkan tahun lalu dari kontribusi cetak uang NKRI dan security document yang lain. Kontribusi pendapatan antara pencetakan uang NKRI dengan nonuang NKRI mulai berimbang (50 : 50) dan kami mentargetkan kontribusi dari pendapatan dari non-uang semakin besar, termasuk dari bisnis digital dan pasar internasional.

“Sumbu utama bisnis Peruri tetap mencetak uang NKRI, kami adalah pelaksana tugas Bank Indonesia dilengkapi dengan portofolio bisnis lainnya. Kami harus terus maju karena kompetensi karyawan, pengembangan bisnis, struktur & sistem serta kultur/budaya baru terus dikembangkan”, demikian Prasetio. Guna mencapai cita-cita “Go Global- Go Digital” sebagai bagian dari semangat tinggal landas Peruri diperlukan tahapan dan perencanaan yang matang, yaitu: 

Pertama, strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pening katan kompetensi SDM sangat diperlukan untuk mendukung citacita perusahaan. Perusahaan sadar bahwa untuk mencapai tingkat kemajuan tertinggi harus didasarkan kepada SDM yang berkualitas.

Kedua, strategi pengembangan pasar dan penjualan. Pengembangan pasar yaitu menjalankan ekspansi bisnis agar kita tidak terlalu bergantung kepada penugasan (captive market) tetapi mampu menciptakan pasar baru. Kegiatan penjualan harus bertumpu minimal kepada 3 (tiga) prinsip, yaitu kualitas produk/ layanan jasa yang diberikan, pelayanan terbaik dan pro mosi yang tepat sesuai dengan sasarannya;

Ketiga, standar proses dan produksi yang berkelas dunia, dengan target penyelesaian akhir 2019. Peruri secara terencana melakukan modernisasi alat produksi, khususnya permesinan. Kualitas permesinan sangat vital bagi kemajuan bisnis Peruri karena sangat terkait dengan tingkat daya saing, efisiensi dan peningkatan kualitas hasil cetak. Produksi adalah “dapur” dari rumah yang baik dan sehat. Manajemen Peruri berkomitmen penuh bahwa modernisasi alat produksi akan terus dilakukan secara konsisten dan bertahap sesuai kemampuan perusahaan dan kebutuhan para pelanggan;

Keempat, pengeloalaan keuangan bertumpu kepada perusahaan yang tumbuh dengan baik. Ini merupakan sesuatu yang sangat penting untuk menjaga perusahaan agar tetap sehat, mampu mengelola anggaran dengan baik, mampu menghitung investasi dengan akurat, mampu menjaga laba bersih dan Ebitda dalam koridor kese ha tan perusahaan yang prima. Pendek kata financial management menjadi tumpuan kita untuk menuju perusahaan ini tinggal landas;

Kelima, cita-cita perusahaan “Go Global - Go Digital” ditargetkan tercapai pada 2021.

“Yang menjadi fokus Peruri saat ini adalah memperkuat bisnis inti dan mengakselerasi bisnis baru, Peruri berkomitmen melaksanakan tugas negara untuk mencetak security document dengan kualitas terbaik, konsisten dan penuh tanggung jawab.

Hasil kerja itu, kita jadikan modal untuk membangun bisnis global dan digital. Kami meyakini di atas segala kekurangan yang dipunyai, pasti akan ada cahaya terang yang membuat bisnis Peruri akan cemerlang. Rutenya sudah benar, eksekusinya yang akan dikawal secara bersamasama”, pungkas Prasetio. 

Penghargaan 2016

Di kancah domestik, pada 2016 Peruri beberapa kali mendapatkan apresiasi terhadap pencapaian atau program yang dilakukan oleh Peruri, yaitu:

(1) Penghargaan Anugerah BUMN 2016 untuk kategori The Best BUMN in Innovation dan The Best CEO in Leading Change (Memimpin Perubahan) versi majalah BUMN Track;

(2) Penghargaan Branding and Marketing Awards 2016 untuk kategori The Best Product Development dan The Best CEO in Branding Initiative versi majalah BUMN Track;

(3) Penghargaan CSR Awards 2016 untuk kategori Pemberdayaan Ekonomi versi majalah Sindo Weekly dan Koran Sindo;

(4) Penghargaan Infobank Golden Award 2016 untuk kategori BUMN kategori industri non-keuangan yang berpredikat sangat bagus atas kinerja keuangan selama tahun 2015 versi majalah Infobank. (*)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%