Meningkatkan Eksotisme Wisata, Upaya Pemantapan Ekonomi Daerah

Senin, 27 Februari 2017 | 20:42
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - "Lebak harus menjadi daerah yang investable dan travelable, maka jadikanlah daerah yang layak dikunjungi, menjadi salah satu destinasi wisata dan menjadi magnet bagi para wisatawan sehingga bisa berdampak langsung pada denyut perekonomian masyarakat" Hj. ITI OCTAVIA JAYABAYA Bupati Lebak

Lanskap keindahan alam terselip menghadap Samudera Hindia. Pantainya berpasir putih, berair biru jernih dan berbukit hijau nan lebat. Panjang pantainya mencapai 65 km dihiasi karang dan pasir putih. Pantai ini adalah pantai terindah dari lima pantai yang dimiliki Provinsi Banten. Sawarna nama pantainya, berada di sebuah desa pesisir yang memiliki berbagai macam objek wisata menarik untuk dikunjungi seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata. Wilayah pesisir indah ini menyatu dengan kisah mistis Nyai Roro Kidul dan ekploitasi batu bara di Bayah dan Lebak oleh penjajah asing.

Progres percepatan pengembangan destinasi wisata Kabupaten Lebak makin menggeliat dengan fokus pada wisata Budaya dan Wisata Bahari, melalui Tiga Lini atau 3A (Atraksi, Akses, Amenitas), yang merupakan strategi kementrian pariwisata dalam menggenjot kunjungan wisatawan ke Indonesia. Hal ini menjadi pantauan yang sangat serius bagi Bupati Lebak Iti Octavia SE.,MM untuk terus bergerak.

Dari sisi Akses pada Tahun 2015 Dinas Pariwisata menyusun Dokumen Masterplan Pengembangan kepariwisataan yang di sesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Lebak terutama urusan kepariwisataan sebagai perencanaan awal penyelanggaraan kepariwisataan.

Pada perjalanannya, progres pembangunan kepariwisataan daerah khususnya di Kabupaten Lebak membutuhkan keterlibatan semua stakeholder untuk bersama - sama memberikan sumbangsih baik tenaga, pemikiran bahkan materi agar terjadi simbois mutualisme dalam mengembangkan kepariwisataan daerah.

Diawali dengan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak di tahun 2016 telah menyusun dua perda diantaranya : 1. Perda nomor 1 tahun 2016 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (RIPPDA); 2. Perda nomor 2 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Berdasarkan pada dua perda dimaksud Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak (yang dulu DISPORAPAR), pada tahun 2016 telah menyelesaikan dokumen Detail Engenering Design (DED) sebagai acuan tekhnis pelaksanaan pembangunan pada Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) diwilayah Kabupaten Lebak khususnya Pantai Sawarna dan sekitarnya serta Baduy dan sekitarnya.

Soal Atraksi, Pemerintah Kabupaten Lebak sedang melakukan berbagai persiapan event baik yang bersifat mingguan (Musik Malam Mingguan Bersama Komunitas) yang sudah berjalan dari tahun 2015 s/d saat ini pada setiap malam minggunya sampai event tahunan seperti Seba Baduy, festival Baduy (yang telah berhasil dilaksanakan pada tahun 2016 ), dan Sawarna Kebo Festival yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2017.

Sedangkan dari aspek Amenitas, saat ini Kabupaten Lebak di bawah komando Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati H. Ade Sumardi telah mempersiapkan rencana aksi dan bahkan sebagian telah terealisasi terkait fasilitas Dasar dan fasilitas Khusus.

Sebagai awal aksi di tahun 2016 telah terealisasi beberapa infrastruktur dasar ODTW Sawarna. Diantaranya bangunan Lifeguard (Pengawas Pantai) beserta balavistanya, paving blok sepanjang 1 km, TPT atau lebih di kenal dengan sepadan pantai 1 km untuk menjaga abrasi sekaligus menetralisir pedagang agar tidak berjualan di pinggir pantai dan yang terkahir pembangunan plaza park sebagai sarana ruang public yang menampung wisatawan untuk melakukan aktifitas wisata di pantai Sawarna.

Selain Sawarna, ODTW budaya Baduy juga telah di lakukan penataan berupa area parkir, gerbang selamat datang dan penataan paving blok di pasar Ciboleger, sebagai tambahan untuk tahun 2017 akan di bangun TIC (tourisme Information Center) melalui anggaran kementrian pariwisata.

Desa Wisata Sawarna merupakan titik awal penjelajahan alam yang elok hingga pengalaman berinteraksi dengan masyarakat tradisional yang bersahaja. Pantai Sawarna terletak di wilayah Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pantai indah ini jaraknya sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung. Berwisata di pantai ini sangat menyenangkan dan berkesan karena alamnya masih asli juga memiliki air laut yang jernih tidak tercemar.

Di sini menanti pantainya akan menawan mata dan hati. Yang hobi berselancar atau surfing akan merasakan ombaknya yang spektakuler bahkan telah dicicipi peselancar dari berbagai negara, seperti Amerika, Australia, Jepang, dan Korea.

Anda juga dapat merasakan snorkeling untuk menyapa beragam ikan hias dan terumbu karang. Temukan keindahannya di Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, dan Pantai Teluk Legon Pari. Selain objek keindahan pantainya di Sawarna ada pula wisata gua.

Beberapa gua yang berbeda ukuran dapat Anda kunjungi seperti: Goa Lalay, Goa Sikadir, Goa Cimaul, Goa Singalong, dan Bukit Pasir Tangkil. Goa di Sawarna merupakan gua karst (batu gamping) yang terbentuk dari masa Miosen awal. Untuk kemudahan akses, Pemkab Lebak telah melakukan betonisasi pada jalur yang akan dilintasi, ditambah dengan masuknya KRL. ADV

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%